Human Talent (HT) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. HT juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan Perguruan Tinggi (PT). Pada hakikatnya, HT berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai tujuan organisasi itu.

Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.T. atau Human Talent. Di sini HT dilihat bukan sekadar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif HT sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.

Pengertian HT dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian HT secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu Perguruan Tinggi atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkang pengertian HC secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.

Secara garis besar, pengertian Human Talent adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.