Pendaftaran/registrasi mahasiswa

Setiap semester akademik, mahasiswa wajib melaksanakan dua jenis registrasi, yaitu:

  • Registrasi administrasi, yaitu melunasi kewajiban pembayaran biaya pendidikan melalui Bank atau bagian keuangan yang telah ditunjuk oleh STIMA IMMI. Mahasiswa kemudian memperoleh status terdaftar dengan pengesahan (pemberian tanda terdaftar) pada Kartu Tanda Mahasiswa oleh petugas registrasi.
  • Registrasi akademik, yaitu mencatatkan diri di Program Studi masing-masing (dengan menunjukkan bukti pembayaran dari Bank tadi) untuk dapat mengikuti kegiatan akademik semester yang bersangkutan.

Bagi mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang atau cuti akademik, status kemahasiswaannya pada semester yang bersangkutan menjadi batal dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik serta menggunakan fasilitas yang tersedia.

Cuti akademik dan her-registrasi setelah cuti akademik

Cuti akademik

Cuti akademik hanya diperbolehkan apabila mahasiswa sudah memiliki izin tertulis dari Kepala Program Studi (KaProdi) atau Ketua.

Cuti akademik lebih dari 2 (dua) tahun, baik berturut-turut maupun tidak, harus mengajukan surat permohonan cuti akademik kepada Ketua dengan tembusan Ka.Prodi.

Masa cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa aktif dalam kaitannya dengan batas waktu studi.

Selama masa cuti akademik mahasiswa tidak perlu membayar SPP.

Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik sebelum evaluasi empat semester pertama. Apabila ada alasan tertentu (misal: hamil/melahirkan, sakit dan harus dirawat di rumah sakit) dan hal tersebut mendapatkan persetujuan Ketua dapat diberi izin cuti akademik, namun masa cutinya tetap akan diperhitungkan sebagai masa studi aktif dan dipakai sebagai dasar perhitungan dalam evaluasi.

Her registrasi setelah cuti akademik

Mahasiswa yang ingin aktif kuliah kembali setelah menjalani cuti akademik harus melaksanakan tahapan-tahapan sebagai berikut.:

Mengajukan surat permohon aktif kuliah kepada Ka.Prodi (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari Program Studi) atau kepada Ketua (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari Ketua). Surat permohonan ini harus sudah diajukan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum kegiatan semester bersangkutan berjalan.

Melakukan her registrasi dengan menunjukkan surat izin aktif kuliah dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) di Kantor Registrasi di aakademik dan melakukan pembayaran SPP.

Kartu Rencana Studi

Pada saat memasuki semester baru, setiap mahasiswa harus menentukan program belajarnya untuk semester yang akan berjalan. Matakuliah yang akan ditempuh harus didaftarkan di Akademik dan Kemahasiswaan dengan cara mengisikan Daftar Rencana Studi ke Sistem Informasi Akademik di masing-masing Program Studi. Rencana Studi tersebut juga harus mendapat persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik yang telah ditunjuk. Beban SKS yang hendak ditempuh harus berdasarkan perolehan IP pada semester sebelumnya dengan aturan sebagai berikut:

IP Semester Beban belajar
 0.00 – 1,49  12 sks
 1,50 – 1,99 15 sks
 2,00 – 2,49  18 sks
 2,50 – 2,99  21 sks
 3,00 – 4,00  24 sks

Apabila pada semester sebelumnya mahasiswa melaksanakan cuti akademik maka besarnya beban sks yang dapat ditempuh adalah beban minimal (12 sks).

Bagi mahasiswa baru, jumlah beban belajar per-semester ditentukan oleh struktur kurikulum dankebijakan masing-masing Program Studi.

Perkuliahan

Mahasiswa yang kehadirannya di kelas kurang dari 75 % (tujuh puluh lima persen) dari jadwal yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti ujian matakuliah yang bersangkutan.

Evaluasi Studi

Evaluasi studi dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

  1. Evaluasi pertama yang diterapkan setelah mahasiswa mengikuti pendidikan selama 4 (empat semester), semester pertama berturut-turut sejak diterima sebagai mahasiswa baru. Evaluasi dilakukan pada akhir semester 4. Pada evaluasi ini mahasiswa harus sudah mengumpulkan minimal 30 (tiga puluh) sks dengan IPK minimal 2,00 (dua koma nol-nol). Apabila tidak memenuhi syarat tersebut, mahasiswa bersangkutan tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan studinya di STIMA IMMMI atau drop out.
  2. Evaluasi tahap kedua yang diterapkan menjelang masa studi kesarjanaan terprogram akan berakhir sesuai dengan jangka waktu yan ditentukan oleh masing-masing program studi. Evaluasi tahap ini diterapkan kepada mahasiswa yang mempunyai masalah dengan pencapaian prestasi akademik yang jauh dari ketentuan yang berlaku.
  3. Evaluasi akhir yang diberlakukan pada akhir batas masa studi yaitu pada semester ke-14 (keempat belas) atau setelah 7 (tujuh) tahun masa studi.